Pengertian Hegemoni
Istilah hegemoni berasal dari bahasa Yunani Kuno, ‘eugemonia’.
Konsep hegemoni banyak digunakan oleh sosiolog untuk menjelaskan fenomena terjadinya usaha untuk
mempertahankan kekuasaan oleh pihak penguasa. Penguasa disini memiliki arti
luas, tidak hanya terbatas pada penguasa negara (pemerintah) saja. Hegemoni dapat didefinisikan sebagai
dominasi oleh satu kelompok terhadap kelompok lainnya, dengan atau tanpa
ancaman kekerasan, sehingga ide-ide yang didiktekan oleh kelompok dominan
terhadap kelompok yang didominasi dapat diterima sebagai sesuatu yang wajar (common
sense). Baik dalam aspek politik, moral, dan budaya. Hegemoni diterima
sebagai sesuatu yang wajar, sehingga ideologi kelompok dominan dapat menyebar
dan dipraktikkan. Nilai-nilai dan ideologi hegemoni ini diperjuangkan dan
dipertahankan oleh pihak dominan sedemikian sehingga pihak yang didominasi
tetap diam dan taat terhadap kepemimpinan kelompok penguasa. Hegemoni bisa
dilihat sebagai strategi untuk mempertahankan kekuasaan.Contoh:
a.
Dalam hubungan internasional, hegemon (pemimpin) menentukan politik negara bawahannya melalui
imperialisme (menanamkan pengaruh pada semua bidang kehidupan negara lain yang
dipengaruhi), misalnya bahasa, birokrasi (ekonomi, pendidikan, pemerintahan), budaya,
dan lain-lain. Hal ini dapat dilihat dalam pertistiwa perang dingin yang
dimulai setelah berakhirnya Perang Dunia II. Perang Dingin merupakan perebutan
hegemoni dunia antara dua negara adidaya, yaitu Amerika Serikat yang berpaham
liberalis dan Uni Soviet yang memiliki paham komunisme. Di berbagai negara
dunia terjadi perebutan pengaruh antara Amerika Serika dengan Uni Soviet
seperti di berbagai kawasan baik di Eropa, Asia, Amerika, dan Afrika. Asia
Tenggara pada masa Perang Dingin memang tidak lepas dari pengaruh dua blok,
Barat dan Timur yang masing-masing dipegang oleh Amerika Serikat dan Uni
Soviet. Keinginan beberapa negara untuk merdeka di kawasan ini membuat mereka
memihak kepada demokrasi ala Barat yang disodorkan AS sebagai pemimpin Blok
Barat. Hal ini sebagai upaya untuk membendung komunisme Blok Timur yang tengah
merajalela di Asia Tenggara. Kedua blok memang berkepentingan terhadap kawasan Asia
Tenggara ini yang dinilai strategis dan mempunyai banyak sumber daya.
Negara Eropa yang dapat digolongkan sebagai negara yang paling awal dalam
melakukan upaya untuk melakukan penguasaan hegemoni dalam kaitannya dengan
perdagangan di Asia Tenggara adalah Portugis dan Spanyol. Dengan dilandasi oleh
semangat 3-G (Gold, Glory, and Gospel) Portugis mencari rute pelayaran
menuju tempat-tempat penghasil rempah-rempah. Mereka awalnya memiliki keyakinan
bahwa tempat tempat tersebut adalah India. Namun ternyata India hanyalah tempat
penjualan rempah-rempah saja, bukan produsen utama. Produsen utama
rempah-rempah ternyata adalah wilayah Hindia Timur yang berada di Asia
Tenggara. Karenanya, seketika Portugis di bawah pimpinan Alfonso de Albeqorque
mencapai Malaka yang menjadi bandar dagang dan tempat transit utama di Asia
Tenggara, Portugis berusaha untuk melakukan monopoli perdagangan rempah-rempah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar