Rabu, 04 Juli 2018

APA ITU HEGEMONI

Pengertian Hegemoni
Istilah hegemoni berasal dari bahasa Yunani Kuno, ‘eugemonia’. Konsep hegemoni banyak digunakan oleh sosiolog untuk menjelaskan fenomena terjadinya usaha untuk mempertahankan kekuasaan oleh pihak penguasa. Penguasa disini memiliki arti luas, tidak hanya terbatas pada penguasa negara (pemerintah) saja. Hegemoni dapat didefinisikan sebagai dominasi oleh satu kelompok terhadap kelompok lainnya, dengan atau tanpa ancaman kekerasan, sehingga ide-ide yang didiktekan oleh kelompok dominan terhadap kelompok yang didominasi dapat diterima sebagai sesuatu yang wajar (common sense). Baik dalam aspek politik, moral, dan budaya. Hegemoni diterima sebagai sesuatu yang wajar, sehingga ideologi kelompok dominan dapat menyebar dan dipraktikkan. Nilai-nilai dan ideologi hegemoni ini diperjuangkan dan dipertahankan oleh pihak dominan sedemikian sehingga pihak yang didominasi tetap diam dan taat terhadap kepemimpinan kelompok penguasa. Hegemoni bisa dilihat sebagai strategi untuk mempertahankan kekuasaan.
Contoh:
a.       Dalam hubungan internasional, hegemon (pemimpin) menentukan politik negara bawahannya melalui imperialisme (menanamkan pengaruh pada semua bidang kehidupan negara lain yang dipengaruhi), misalnya bahasa, birokrasi (ekonomi, pendidikan, pemerintahan), budaya, dan lain-lain. Hal ini dapat dilihat dalam pertistiwa perang dingin yang dimulai setelah berakhirnya Perang Dunia II. Perang Dingin merupakan perebutan hegemoni dunia antara dua negara adidaya, yaitu Amerika Serikat yang berpaham liberalis dan Uni Soviet yang memiliki paham komunisme. Di berbagai negara dunia terjadi perebutan pengaruh antara Amerika Serika dengan Uni Soviet seperti di berbagai kawasan baik di Eropa, Asia, Amerika, dan Afrika. Asia Tenggara pada masa Perang Dingin memang tidak lepas dari pengaruh dua blok, Barat dan Timur yang masing-masing dipegang oleh Amerika Serikat dan Uni Soviet. Keinginan beberapa negara untuk merdeka di kawasan ini membuat mereka memihak kepada demokrasi ala Barat yang disodorkan AS sebagai pemimpin Blok Barat. Hal ini sebagai upaya untuk membendung komunisme Blok Timur yang tengah merajalela di Asia Tenggara. Kedua blok memang berkepentingan terhadap kawasan Asia Tenggara ini yang dinilai strategis dan mempunyai banyak sumber daya.
Negara Eropa yang dapat digolongkan sebagai negara yang paling awal dalam melakukan upaya untuk melakukan penguasaan hegemoni dalam kaitannya dengan perdagangan di Asia Tenggara adalah Portugis dan Spanyol. Dengan dilandasi oleh semangat 3-G (Gold, Glory, and Gospel) Portugis mencari rute pelayaran menuju tempat-tempat penghasil rempah-rempah. Mereka awalnya memiliki keyakinan bahwa tempat tempat tersebut adalah India. Namun ternyata India hanyalah tempat penjualan rempah-rempah saja, bukan produsen utama. Produsen utama rempah-rempah ternyata adalah wilayah Hindia Timur yang berada di Asia Tenggara. Karenanya, seketika Portugis di bawah pimpinan Alfonso de Albeqorque mencapai Malaka yang menjadi bandar dagang dan tempat transit utama di Asia Tenggara, Portugis berusaha untuk melakukan monopoli perdagangan rempah-rempah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar