Senin, 05 Mei 2014

Protista

Protista - Biologi

Protista adalah mikroorganisme eukariota yang bukan hewan, tumbuhan, atau fungus. Mereka pernah dikelompokkan ke dalam satu kerajaan bernama Protista, namun sekarang tidak dipertahankan lagi. Penggunaannya masih digunakan untuk kepentingan kajian ekologi dan morfologi bagi semuaorganisme eukariotik bersel tunggal yang hidup secara mandiri atau, jika membentuk koloni, bersama-sama namun tidak menunjukkan diferensiasi menjadi jaringan yang berbeda-beda. Dari sudut pandang taksonomi, pengelompokan ini ditinggalkan karena bersifat parafiletik. Organisme dalam Protista tidak memiliki kesamaan, kecuali pengelompokan yang mudah—baik yang bersel satu atau bersel banyak tanpa memiliki jaringan. Protista hidup di hampir semua lingkungan yang mengandung air. Banyak protista, seperti algae, adalah fotosintetik dan produsen primer vital dalam ekosistem, khususnya di laut sebagai bagian dari plankton. Protista lain, seperti Kinetoplastid dan Apicomplexa, adalah penyakit berbahaya bagi manusia, seperti malaria dan tripanosomiasis.

Ciri-ciri umum Protista:
1 Tubuh Tersusun atas satu sel (uniseluler ) atau banyak sel (multiseluler ) dan tidak memiliki jaringan yang sebenarnya , eukariotik
2. Ukuran tubuh 3-1000 um
3. dapat bergerak dengan sillia atau flagel ( sifat hewan ) dapat melakukan fotosintesis
4. Protista dianggap sebagai organisme peralihan antara Monera dan organisme lain, baik hewan maupun tumbuhan.Protista dibedakan menjadi 3 kelompok, yaitu:
Protista mirip hewan, mirip tumbuhan, dan mirip jamur]

Sejarah klasifikasi protista
1.     Tahun 1830an, Protista pertama kali diusulkan untuk dipisah dari makhluk hidup lain, oleh pakar biologi Jerman, Georg A. Goldfuss yang memperkenalkan istilah Protozoa yang meliputi Ciliata dan Coral.
2.     Tahun 1845, penganut Goldfuss mengembangkannya agar meliputi semua hewan bersel satu seperti Foraminifera dan Amuba.
3.     Awal 1860an, istilah Protoctista sebagai kategori klasifikasi pertama kali diusulkan oleh John Hogg, yang menganggap protista harus juga meliputi apa yang dia sebut dengan hewan dan tumbuhan primitif bersel satu. Dia mendefinisikan Protoctista sebagai kingdom keempat setelah tumbuhan, hewan, dan mineral.
4.     Kemudian kingdom mineral dibuang oleh Ernst Haeckel, tersisa tumbuhan, hewan, dan protista.
5.     Tahun 1938, Herbert Copeland menghidupkan lagi klasifikasi Hogg. Menurutnya, "Protoctista" secara harfiah berarti "makhluk hidup pertama". Dia menyanggah istilah Haeckel protista karena meliputi mikroba tak berinti sel seperti Bakteri, sementara istilah protoctista tidak meliputinya. Sebaliknya, protoctista meliputi eukaryota berinti sel seperti diatom, alga hijau dan fungi. Perombakan besar oleh Copeland ini kemudian menjadi dasar dari klasifikasi Whittaker yang hanya membagi Protoctista menjadi Protista dan Fungi. Kingdom Protista ini kemudian berfungsi sebagai pembeda antara prokaryota yang dimasukkan kingdom Monera, dan mikroorganisma eukaryotik yang dimasukkan Protista definisi Whittaker
6.     Sistem lima kingdom bertahan hingga ditemukannya filogenetik molekular di akhir abad ke-20, karena ternyata protists dan monera tidak ada hubungannya (bukan kelompok monofiletik).

Klasifikasi Tradisional .

Protista pertama kali diusulkan oleh Ernst Haeckel. Secara tradisional, protista digolongkan menjadi beberapa kelompok berdasarkan kesamaannya dengan kerajaan yang lebih tinggi yaitu meliputi Protozoa yang menyerupai hewan bersel satu, Protophyta yang menyerupai tumbuhan (mayoritas algaebersel satu), serta jamur lendir dan jamur air yang menyerupai jamur.
Dulu, bakteri juga dianggap sebagai protista dalam sistem tiga kerajaan (Animalia, Plantae termasuk jamur, dan Protista). Namun kemudian bakteri dipisah dari protista setelah diketahui bahwa ia adalah prokariotik.





Protozoa, protista yang menyerupai hewan
Protozoa hampir semuanya protista bersel satu, mampu bergerak yang makan dengan cara fagositosis, walaupun ada beberapa pengecualian. Mereka biasanya berukuran 0,01-0,5 mm sehingga secara umum terlalu kecil untuk dapat dilihat tanpa bantuan mikroskop.

Protozoa dalam memenuhi kebutuhan nutrizinya protozoa bersifat Saprofitik ,Saprozoik , Holozoik , Holofitik  :
1.      Saprofitik :  menyerap makanan dari hasil pembusukan zat organic yang ada disekelilingnya .
2.      Saprozoik : mengambil makanan dari organism mati yang telah mengalami pembusukan.
3.      Holozoik : memakan mikroorganisme lain , seperti bakteri , alga , dan jamur ( bersifat hewan )
4.      Holofitik : membentuk makanan sendiri atau mampu berfotosintesis ( bersifat tumbuhan )

Protoza dapat ditemukan di mana-mana, seperti lingkungan berair dan tanah, umumnya mampu bertahan pada periode kering sebagai kista (cyst?) atau spora, dan termasuk beberapa parasit penting. Berdasarkan pergerakannya, protozoa dikelompokkan menjadi:


§  Flagellata yang bergerak dengan flagella(rambut cambuk). Contoh: TrypanosomaTrichomonas
§  Amoeboida yang bergerak dengan pseudopodia (kaki semu/kaki akar) yaitu yang berarti setiap kali ia akan bergerak harus membentuk kaki semu sebelum dapat bergerak dan pembentukan kaki ini dinamakan fase gel. Contoh: Amoeba
§  Cilliata yang bergerak dengan silia (rambut getar). Contoh: Paramaecium
§  Sporozoa yang tidak memiliki alat; beberapa mampu membentuk spora. Contoh: Plasmodium sp

Ciri – ciri umum protozoa :
A . Bentuk Tubuh :  -           Berbentuk tetap dan tidak tetap .
-                      Berukuran 10-200 mikrin .
-                 Beberapa memiliki alat gerak pseudopodia , sillia , flagel .
B . Struktur Tubuh:       Sel protozoa memiliki membrane sel , sitoplasma , vakuola makan,                 vakuola  kontraktil , inti sel
C. Habitat:     Di air laut , air tawar , dalam tubuh hewan atau manusia( bersimbiosis ) dan hidup secara heterotrof
D. Reproduksi : - Aseksual : pembelahan binner
                          - Seksual : penyatuan gamet / penyatuan inti sel vegetatif ( konjungsi )
Protozoa yang merugikan:
Plasmodium, penyebab penyakit malaria
Entamoeba histolytica dan Balantidium coli, penyebab penyakit disentri
Tripanosoma gambies, penyebab penyakit tidur
Protozoa yang menguntungkan:
Sebagai zooplankton
Entamoeba coli yang hidup di usus sapi dapat membantu proses pencernaannya
Radiolaria dan Foraminifera dapat digunakan sebagai petunjuk adanya minyak bumi.





Algae, protista yang menyerupai tumbuhan

Ciri-ciri alga :
A . Ukuran dan bentuk tubuh ,
-          Mikroskopik (25 um : Navicula ) & Makroskopik (50m : Macrocystis )
-          Uniseluler
·         Uniseluler soliter contoh : chlorella
·         Uniseluler berkoloni contoh : Hydrodictyon ( berbentuk jala ) , Gonium ( berbentuk cakram ) , Volvox ( berbentuk bola )
-          Multiseluler : Oegodonium & spirogyra ( berbentuk benang )
-          Laminaria , Ulva , Macrocystis ( berbentuk lembaran )
B. Sturktur Tubuh :
- Eukariot ( inti diselubungi membran )
- Tubuh ganggang belum dapat dibedakan antara akar , batang dan daun
-  Memiliki kloropas
-  Pigmen tambahan : Santofil ( keemasan ) , Fukosantin ( cokelat ) , Fikosianin ( biru ) ,   Fikoeritrin ( merah )
- Memiliki Pirenoid berfungsi sebagai tembat menyimpan cadangan makanan berupa amilum , minyak , leukosin , laminarin , tepung froid .
C. Cara Hidup : Fotoautotrof : berperan sebagai produsen
D. Habitat : hidup bebas pada berairdan lembab
E. Repoduksi :
            - Aseksual: pembelahan binner contoh : Chlorella , Euglena .
            - Fragmentasi contoh : Spirogyra , Laminaria , Sargasum .
            - Pembentukan spora , contoh : Chlamydominas, Ulothrix
            - Seksual (3)
a.         Isogami :     penyatuan dua gamet yg berbeda jenis yg memiliki bentuk dan ukuran  sama
b.         Anisogami : penyatuan dua gamet yang berbeda jenis memiliki bentuk sama tetapi ukuran berbeda
c.         Oogami : penyatuan dua gamet yang berbeda bentuk dan ukuran .
Manfaat Alga bagi manusia :
1.      Macrocystis dan Laminatia penghasil asama alginate untuk bahan  industri makanan
2.      Chlorella sebagai sumber makan sumplemen makanan bergizi
3.      Laminaria digitalis , penghasil yodium untuk penyakit gondok.
4.      Laminaria lavaniea , pupuk pertanian dan makanan ternak mengandung kalium .
5.      Eucheuma dan Gelidium penghasil gelatin untuk pembuatan agar-agar dan campuran kue kering .
6.      Diatonm , sebagai bahan peledak , bahan penggosok , bahan isolasi , pembuatan saringan .
7.      Dapat dijadikan kosmetik dan
8.       Meningkatkan kesuburan tanah



Algae mencakup semua organisme bersel tunggal maupun banyak yang memiliki kloroplas. Termasuk di dalamnya adalah kelompok-kelompok berikut.
§  Alga hijau, yang memiliki relasi dengan tumbuhan yang lebih tinggi (Embryophyta). Contoh: Ulva
§  Alga merah, mencakup banyak alga laut. Contoh: Porphyra
§  Heterokontophyta, meliputi ganggang coklat, diatom, dan lainnya. Contoh: Macrocystis.
Alga hijau dan merah, bersama dengan kelompok kecil yang disebut Glaucophyta, sekarang diketahui memiliki hubungan evolusi yang dekat dengan tumbuhan darat berdasarkan bukti-bukti morfologi, fisiologi, dan molekuler, sehingga lebih tepat masuk dalam kelompok Archaeplastida, bersama-sama dengan tumbuhan biasa.
Protista yang menyerupai jamur
Beragam organisme dengan organisasi tingkat protista awalnya dianggap sama dengan jamur, sebab mereka memproduksi sporangia. Ini meliputi chytrid, jamur lendir, jamur air.

Chytrid sekarang diketahui memiliki hubungan dengan Fungi dan biasanya diklasifikasikan dengan mereka. Sementara yang lain sekarang ditempatkan bersama dengan heterokontofita lainnya (yang memiliki selulosa, bukan dinding chitin) atau Amoebozoa (yang tidak memiliki dinding sel).
Jamur air ( Oomycota ) hidup bebas dikolam atau danau . Jamur air secara aseksual dengan menghasilkan zoospore ( spora berflagel ) , secara seksual dengan penyatuan gamet jantan yg dihasilkan antheridium dan gamet betinayg dihasilkan oogonium. Contoh jamur air antara lain Plasmopora viticola parasit pada anggur . Phytophthora infestans penyebab penyakit busuk layu pada kentang dan tomat .
Jamur Lendir ( Myxomycota ) . ditemukan pada sampah kayu lapuk . Jamur lendir memakan bakteri , spora jamur , hama , komponen organic .Jamur lendir bersifat seperti amoeba pada fase aseksual dan bersifat seperti jamur pada fase seksual . contoh jamur lendir adalah Dictyoselium discoideum .
Saat ini istilah protist dipakai untuk mengacu pada eukariota bersel satu baik sel independen atau kalaupun berkoloni tidak menunjukkan diferensiasi dalam jaringan. Istilah protozoa dipakai untuk spesies heterotrofik dari protista yang tidak membentuk filamen. Istilah ini tidak dipakai lagi di klasifikasi modern.


Klasifikasi modern berupaya menyajikan kelompok monofili berdasarkan ultrastruktur,biokimia, dan genetika. Karena protista adalah parafili sistem seperti itu seringkali memecah atau meninggalkan kingdom tersebut, ketimbang memperlakukan kelompok protista sebagai eukaryota. Beberapa kelompok utama dari protista, yang mungkin diklasifikasikan sebagai fila, disajikan di kotak sebelah kanan. Banyak yang menganggapnya sebagai monofili, meskipun masih belum meyakinkan. Misalnya, Excavata mungkin tidak monofili dan Chromalveolate mungkin monofili jika haptophyta dan cryptomonad dimasukkan metabolisme, reproduksi , dan peran protista .
Flagelata makan menggunakan penyaring, yaitu dengan melewatkan air melalui flagelanya. Protista lain bisa menelan bakteri dan mencernanya secara internal, dengan memanjangkan dinding selnya di sekitar makanannya, untuk membentuk sebuah vakuola makanan. Makanan ini lalu masuk ke dalam sel melalui endositosis (biasanya fagositosis; kadang-kadang pinositosis).
Sebagian protista berkembang biak secara seksual (konjugasi), sementara lainnya secara aseksual (fisi biner). Plasmodium falciparum, memiliki siklus hidup biologis super kompleks yang meliputi berbagai macam makhluk hidup, sebagian bereproduksi seksual, sebagian lain aseksual. Namun, masih belum jelas seberapa seringnya reproduksi seksual menyebabkan pertukaran genetika antar strain yang berbeda dari Plasmodium dan sebagian besar protista parasit adalah clonal line yang jarang melakukan pertukaran gen dengan strain lain.
Beberapa protista adalah patogen terhadap hewan dan tumbuhan. Plasmodium falciparum menyebabkan malaria pada manusia dan Phytophthora infestans menyebabkan hawar daun pada kentang. Pemahaman lebih mendalam tentang protista akan membuat penyakit ini bisa diobati secara efisien.
Peneliti dari Agricultural Research Service memanfaatkan protista sebagai patogen untuk mengendalikan populasi semut api merah (Solenopsis invicta) di Argentina. Dengan bantuan protista penghasil spora seperti Kneallhazia solenopsae populasi semut api merah bisa berkurang 53-100%. Para peneliti berhasil menginjeksikan protista itu ke lalat sebagai perantara untuk membunuh semut api merah, tanpa membahayakan lalat itu 
Protistologi adalah disiplin ilmiah yang mempelajari Protista. Juga ada sebuah jurnal bernama Protistology.
PROTISTA
 keuntungan :
 jenis ganggang (Rodhophyta, Cyanophyta,) untuk bahan kosmetik, dapat dikonsumsi
kerugian :
jenis sporozoa (plasmodium,) menyebabkan penyakit seperti MalariaPeranan


Minggu, 04 Mei 2014

Tenaga Eksogen



TENAGA EKSOGEN

Tenaga Eksogen adalah tenaga yang berasal dari luar bumi. Tenaga eksogen bersifat merusak dan mengikis kulit bumi, terutama pada bagian-bagian yang tinggi, tetapi sebaliknya tenaga eksogen mengisi bagian-bagian yang rendah.

Faktor yang berperan sebagai tenaga eksogen adalah air, angin, organisme, sinar matahari, dan es. Tenaga eksogen bisa menyebabkan terjadinya pelapukan (weathering), erosi, denudasi, tanah longsor, dan tanah menjalar (soil creep). dalam peristiwa pembentukan gunung (orogenesis), selalu diikuti adanya pengikisan permukaan bumi yang disebut glyptogenesis. Dengan adanya pengikisan ini mengakibatkan terjadinya sedimentasi yang disebut litogenesis. jadi, ketiga peristiwa tersebut selalu terjadi berturut-turut dan berulang-ulang, hingga susuan kulit bumi (litosfer) selalu berubah-ubah. peristiwa orogenesis, glyptogenesis, dan litogenesis disebut siklus geologi.

A. PENGIKISAN (EROSI)
Batuan yang terkena sinar matahari secara terus-menerus setiap siang hari, menjadi panas, dan di malam hari menjadi dingin, dan kadang-kadang terkena hujan. Lambat laun batuan dapat menjadi lapuk. Batuan yang lapuk kemudian akan terkikis. Batuan terkikis tersebut dipindahkan ke tempat lain dengan tenaga air, tenaga angin, dan gletser. Erosi terjadi karena beberapa sebab berikut.

1) Tenaga air
Batuan dapat hancur oleh tetesan air secara terus menerus. Air juga dapat mengangkut hancuran
batuan melalui alirannya. Beberapa bentuk aliran yang timbul akibat erosi air, yaitu sebagai berikut.
a) Erosi percikan (
splash erusion).
b) Kumpulan aliran dari erosi percikan,yaitu erosi parit (
gully erosion).
c) Lebih besar dari gully erosion dan merupakan kumpulannya, yaitu erosi lembah (
valley erosion).
d) Aliran paling besar akibat erosi, yaitu erosi ngarai (
canyon erosion).
http://media.lonelyplanet.com/lpi/5268/5268-1/681x454.jpg
Bryce Canyon National Park, USA adalah salah satu canyon erosion

2) Tenaga angin
Apa yang dimaksud dengan deflasi dalam ilmu geografi ?
Hembusan angin dapat menyebabkan erosi pada batuan. Proses pengikisan batuan oleh
angin dinamakan deflasi. Bentuk erosi dari angin berupa lubang-lubang hasil tiupan angin (
blow holes). Bentuk sisa dari erosi angin di antaranya berupa batu jamur (pedestal rocks) dan bentuk hasil endapannya berupa bukit-bukit pasir (sand dunes) dan endapan lebih halus dari pasir (loess).
http://us.123rf.com/400wm/400/400/andresr/andresr1204/andresr120400362/13287216-woman-exploring-inside-a-cave-at-the-grand-canyon.jpg
Blow Hole di Grand Canyon USA. Sumber :http://us.123rf.com

3) Tenaga gelombang
Erosi ini terjadi di pinggir-pinggir laut dan kekuatan gelombang air laut merupakan tenaga penggerak dari erosi gelombang. Bentuk erosi gelombang berupa gua-gua laut dan celah-celah, serta lengkung laut. Bentuk sisa erosi gelombang berupa dasar pantai yang datar (
platform) dan tanjung dengan ujung yang curam. Hasil endapan dari erosi ini berupa gosong pasir (bars) dan dasar laut yang dangkal dengan endapan sementara di dalamnya (beach).
http://chestertontribune.com/images/porter%20beach%20erosion.JPG
 salah satu beach erosion.  Sumber :  chestertontribune.com

4) Tenaga gletser
Es yang meluncur di lereng pegunungan dapat mengakibatkan terjadinya erosi. Es meluncur menuruni pegunungan karena es mengalami pencairan. Peluncuran es diikuti oleh tanah dan batuan di lereng pegunungan. Erosi yang disebabkan oleh luncuran es itulah yang dinamakan erosi gletser. Bentuk erosi gletser berupa ledok berundak (cirques) dan palung glasial. Bentuk sisa dari erosi ini adalah puncak bukit yang mirip tanduk (matterhorn peaks) dan jerengjereng yang kasar dan tajam (aretes). Sedangkan hasil endapan erosi gletser berupa morena, drumlin, dan esker.

5) Tenaga makhluk hidup (organisme)
Organisme sebagai tenaga penggerak erosi. yaitu binatang atau manusia. Erosi oleh organisme ini
berupa liang-liang galian binatang (
burrows), atau lubang galian pertambangan oleh manusia. Hasil endapan dari erosi organisme di antaranya berupa karang koral (coral reef) dan sarang binatang (ant hill).
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiAnrRzsdJGRtmVN_lGJcqYexmP59RKvLBdMHXH89is2BU0-0CBrsCh-9whUrmcOi1I8-Qi-mhCLLeC2Ypth3RDEA3r1rNdsXZuJ3wEOYbowHJuoePsn1eUtFAwiQzwuTllcO0lwWUaM_E/s400/Ant+Hill+in+N.T..jpg
Sarang Semut yang disebut dengan Ant Hill. sumber : wazzasplace.blogspot.com

B. PELAPUKAN
Pelapukan merupakan salah satu tenaga eksogen yang menghasilkan bentuk muka bumi.  Pelapukan merupakan peristiwa hancurnya bentuk gumpalan menjadi butiran yang kecil bahkan dapat larut dalam air.

Macam-macam pelapukan sebagai berikut.
1) Pelapukan fisik
Pelapukan fisik terjadi oleh adanya tenaga panas, air mengalir, gletser, angin, dan air hujan. Pelapukan fisik terjadi secara alami tanpa ada campur tangan manusia. Proses pelapukan ini sangat dipengaruhi kondisi alam suatu wilayah.

2) Pelapukan kimiawi
Pelapukan kimiawi terjadi karena proses kimiawi sehingga batuan menjadi lapuk.

3) Pelapukan organis atau biologis
Pelapukan yang disebabkan oleh makhluk hidup dinamakan pelapukan biologis atau pelapukan
organis. Akar tumbuhan dapat menembus batuan hingga batuan menjadi retak dan lapuk. Semut, cacing, maupun tikus mampu merusak batuan hingga batuan menjadi lapuk. Manusia juga merupakan salah satu faktor yang dapat memicu terjadinya pelapukan.

C. PENGANGKUTAN MATERIAL (MASS WASTING)
Pengangkutan material (mass wasting) terjadi karena adanya gaya gravitasi bumi sehingga terjadi pengangkutan atau perpindahan material dari satu tempat ke tempat lain. Proses mass wasting berlangsung dalam empat jenis pergerakan material.
http://www.physicalgeography.net/fundamentals/images/rockfall.jpg
Runtuhan batu yang jatuh dari atas tebing adalah salah satu Mass Wasting. Sumber : physicalgeography.net

http://www.scienceclarified.com/everyday/images/scet_04_img0375.jpg
Longsor salju. Sumber : http://www.scienceclarified.com

1) Jenis pergerakan pelan (lambat)
Rayapan merupakan bentuk dari jenis pergerakan lambat pada proses mass wasting. Rayapan adalah gerakan tanah dan puing batuan yang menuruni lereng secara pelan, dan biasanya sulit untuk diamati kecuali dengan pengamatan yang cermat. Rayapan terbagi menjadi beberapa jenis.
  • Rayapan tanah, yaitu gerakan tanah menuruni lereng. 
  • Rayapan talus, yaitu gerakan puing batuan hasil pelapukan pada lereng curam yang menuruni lereng.  
  • Rayapan batuan, yaitu gerakan blok-blok secara individual yang menuruni lereng.
  • Rayapan batuan gletser (rock glatsyer creep), yaitu gerakan lidah-lidah batuan yang tercampak menuruni lereng. 
  • Solifluksi (solifluction), yaitu aliran pelan masa batuan yang banyak mengandung air menuruni lereng di d alam saluran tertentu.

2) Jenis pergerakan cepat
Jenis pergerakan ini dapat dibagi sebagai berikut.
  • Aliran tanah, yaitu gerakan berlempung atau berlumpur yang banyak mengandung air menuruni teras atau lereng perbukitan yang kemiringannya kecil. 
  • Aliran lumpur, yaitu gerak puing batuan yang banyak mengandung air menuruni saluran tertentu secara pelan hingga sangat cepat. 
  • Gugur puing, yaitu puing-puing batuan yang meluncur di dalam saluran sempit menuruni lereng curam.

3) Longsor lahan (landslide)
Gerakan yang termasuk dalam kategori ini merupakan jenis yang mudah diamati, dan biasanya berupa puing massa batuan. Gerakan tersebut dapat dibagi sebagai berikut.
  • Luncur, yaitu gerakan penggelinciran dari satu atau beberapa unit puing batuan, atau biasanya disertai suatu putaran ke belakang pada lereng atas di tempat gerakan tersebut terjadi. 
  • Longsor puing, yaitu peluncuran puing batuan yang tidak terpadatkan, dan berlangsung cepat tanpa putaran ke belakang. 
  • Jatuh puing, yaitu puing batuan yang jatuh hampir bebas dari suatu permukaan yang vertikal atau menggantung. 
  • Longsor batu, yaitu massa batuan yang secara individu meluncur atau jatuh menuruni permukaan lapisan atau sesaran. 
  • Jatuh batu, yaitu blok-blok batuan yang jatuh secara bebas dari lereng curam.

4) Amblesan (subsidensi) 
http://www.suaramerdeka.com/harian/0511/30/sm1hltolamblas230eps.jpg
Sumber : http://www.suaramerdeka.com
Amblesan, yaitu pergeseran tempat ke arah bawah tanpa permukaan bebas dan tidak menimbulkan
pergeseran horizontal. Hal ini umumnya terjadi karena perpindahan material secara pelan-pelan di
daerah massa yang ambles.



Pergerakan tenaga eksogen mempunyai dampak terhadap kehidupan, baik dampak positif maupun negatif.

DAMPAK POSITIF
Dampak positif tenaga eksogen bagi kehidupan sebagai berikut.
  1. Memunculkan habitat . Tenaga eksogen seperti panas matahari, sangat dibutuhkan seluruh makhluk hidup. Tanpa panas matahari makhluk hidup tidak bisa bertahan hidup. Tenaga eksogen, seperti panas matahari, hujan, dan angin akan mempercepat pelapukan batuan vulkanis sehingga dapat membentuk tanah yang subur.
  2. Memperluas daratan.
  3. Memunculkan barang-barang tambang ke permukaan bumi.

DAMPAK NEGATIF
Dampak negatif tenaga eksogen bagi kehidupan sebagai berikut.
  1. Angin kencang atau badai yang dapat merusak rumah dan bangunan.
  2. Hujan sangat deras dapat berakibat timbulnya banjir.
  3. Hujan sangat deras mengakibatkan tanah longsor.
  4. Panas matahari yang berlebihan dapat menimbulkan kebakaran hutan.
  5. Erosi tanah oleh air hujan yang terusmenerus menyebabkan kesuburan tanah semakin berkurang.
  6. Abrasi (pengikisan air laut) di daerah pantai akan menyebabkan bangunan menjadi rusak karena dihantam oleh ombak yang terus-menerus.

Di samping dampak langsung proses endogen dan eksogen, maka permukaan bumi juga akan mengalami perubahan.